Masih dalam Tahap Recovery, Sistem Teknologi Informasi PT Indonesia AirAsia Berangsur Normal

- Pewarta

Minggu, 21 Juli 2024 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Indonesia AirAsia Berangsur Normal Namun Masih Tahap Recovery. (Dok. newsroom.airasia.com)

PT Indonesia AirAsia Berangsur Normal Namun Masih Tahap Recovery. (Dok. newsroom.airasia.com)

HELLOBEKASI.COM – Indonesia AirAsia memastikan seluruh operasional penerbangan berjalan dengan baik.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Seiring dengan situasi di lapangan yang berangsur kembali normal, namun masih dalam tahap pemulihan 100 persen.

Hal itu berkaitan dengan gangguan teknologi informasi (TI) di seluruh dunia.

Presiden Direktur PT Indonesia AirAsia Veranita Yosephine menyampaikan hal itu melalui keterangannya di Jakarta, Sabtu (20/7/2024).

“Seluruh sistem TI Indonesia AirAsia sudah berangsur kembali normal, namun masih dalam tahap recovery.”

“Sehingga sementara ini proses check-in masih dilakukan secara manual di seluruh bandara hingga seluruh sistem benar-benar pulih kembali dan stabil,” kata Veranita Yosephine.

Vera menjelaskan bahwa proses itu memakan waktu sedikit lebih lama dari yang diperkirakan, namun Indonesia AirAsia tetap berkomitmen.

Untuk memastikan semua penumpang dapat melakukan penerbangan dengan nyaman dan aman mulai dari keberangkatan hingga ketibaan di bandara destinasi.

“Dapat dipastikan bahwa saat ini situasinya sudah membaik dan kami mulai kembali beroperasi dengan normal secara bertahap,” ucap Vera.

Indonesia AirAsia juga telah menempatkan sejumlah personel staf darat serta petugas keamanan dalam membantu mengatasi situasi.

Dan memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan para penumpang maupun kru penerbangan.

Indonesia AirAsia mengharapkan seluruh penumpang dapat tiba di bandara setidaknya tiga jam sebelum waktu keberangkatan yang terjadwal.

Hal itu untuk menghindari ketidaknyamanan saat di bandara keberangkatan, termasuk menghindari antrean panjang selama proses check-in manual.

Untuk diketahui, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mencermati adanya pemberitaan.

Terkait beberapa bandara di luar negeri yang mengalami gangguan sistem TI global seperti bandara Amerika Serikat (AS), Belanda, Singapura, Malaysia, dan lain-lain.

Kepala Bagian Kerja Sama Internasional, Humas dan Umum Ditjen Hubud Mokhammad Khusnu mengatakan bahwa di Indonesia, gangguan sistem TI terjadi di beberapa sistem check-in milik beberapa maskapai.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Seperti Citilink, Scoot Airlines, AirAsia dan Indigo, mengingat sistem tersebut terhubung dengan provider sistem secara global.

“Namun hari ini, sistem navatier yang digunakan untuk pelayanan check-in tersebut telah kembali normal.”

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

“Proses operasional pelayanan check-in sejak flight pertama baik Citilink maupun AirAsia sudah menggunakan sistem dan berjalan lancar,” ungkapnya.

Ia menjelaskan pada saat terjadi gangguan TI, langkah antisipasi dilakukan dengan melakukan pelayanan proses check-in secara manual, membuka lebih banyak check-in counter serta menghimbau agar para penumpang berangkat lebih awal.

“Beberapa operator penerbangan seperti PT Angkasa Pura Indonesia (PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II) serta AirNav Indonesia tetap menjalankan operasional penerbangan dengan normal dan tidak terdapat gangguan,” kata Khusnu.

Kemenhub, kata dia, melalui Ditjen Hubud juga memonitor perkembangan masalah tersebut dan melakukan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi.

Termasuk memastikan penanganan penumpang dengan memberikan kompensasi keterlambatan (delay management) dan opsi pelayanan terbaik kepada penumpang.

“Selain itu Ditjen Hubud menugaskan para inspektur penerbangan untuk bekerja sama dengan para operator penerbangan, penyelenggara bandara. dan penyelenggara navigasi penerbangan.”

“Untuk memastikan operasional penerbangan tetap berjalan dengan aman dan selamat,” ujarnya.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Mediaemiten.com dan Harianinvestor.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Nusraraya.com dan Hallosurabaya.com 

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

 

Tim Hello Bekasi

Berita Terkait

Era Baru Komunikasi Digital Perusahaan Dengan Galeri Foto Pers
Press Release Berbayar: Cara Praktis Memastikan Pesan Perusahaan Sampai ke Publik
RK Menyala di Terminal: Malam Panjang Delay Super Air Jet 10 Jam
Bank BJB Syariah Kuatkan Modal Lewat Sukuk Subordinasi Berbasis Wakalah
Peluang Investasi Meningkat, CSA Index Juni 2025 Jadi Sinyal Positif Bagi IHSG
Termasuk Bank BJB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Sesalkan Korupsi Bos Sritex Rugikan Sejumlah Bank
Mentan Amran Sulaiman Targetkan Kalimantan Utara Panen Tiga Kali Setahun, Fokus Benahi Irigasi
Pasar Saham Indonesia Berbalik Arah, CSA Index Tunjukkan Tren Naik yang Konsisten
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 14:00 WIB

Brandwatch Perluas Cakupan Data di Asia Pasifik Untuk Perkuat Wawasan Global Bagi Pemasar

Kamis, 23 April 2026 - 13:26 WIB

Fosun Health Perkuat Jangkauan Regional di Ajang GlobalHealth Asia-Pacific Forum 2026, Tampilkan “China Solution” dan Raih Tiga Gelar Bergengsi

Kamis, 23 April 2026 - 13:20 WIB

Canton Fair Ke-139 Tampilkan Lompatan Teknologi dalam Kategori Produk Elektronik & Peralatan Rumah Tangga: “AI-Native”, Robot Siap Pakai, dan Desain Berkelanjutan

Kamis, 23 April 2026 - 12:38 WIB

“Tech. For Family”: CHERY Perkenalkan VPD, Fitur Parkir Pintar Generasi Baru yang Lebih Humanis

Kamis, 23 April 2026 - 11:59 WIB

Zendure Luncurkan Seri SolarFlow Mix di Eropa, Tiga Sistem Penyimpanan Energi untuk Rumah dalam Satu Platform, Menghemat Tagihan Listrik hingga 91%

Kamis, 23 April 2026 - 09:07 WIB

Cathay United Bank Ho Chi Minh City Branch Pimpin Peringkat “Loans Bookrunner” pada 2025, Raih Dua Gelar di Ajang The Asset Triple A Awards 2026

Kamis, 23 April 2026 - 07:32 WIB

CATL Perkenalkan Enam Inovasi Utama, Dorong Mobilitas Energi Baru dengan Sistem Multi-Kimia

Kamis, 23 April 2026 - 06:22 WIB

Standard Energy Tampilkan Rantai Pasok PV Terintegrasi di SOLARTECH INDONESIA 2026, Layani Pasar Energi Bersih di Amerika Serikat, India, Eropa, Asia Tenggara, dan Seluruh Dunia

Berita Terbaru