Terobosan Teknologi di Balik Smart String Grid-Forming ESS Platform Generasi Baru Huawei

- Pewarta

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUTERRA, Smart String Grid-Forming ESS Platform terbaru dari Huawei FusionSolar, lahir dari berbagai terobosan teknologi yang dirancang agar pelanggan dapat meningkatkan kinerja sistem penyimpanan energi.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

MUNICH, 16 Juli 2026 /PRNewswire/ — Huawei meluncurkan LUTERRA dalam ajang Intersolar Europe di Jerman pada bulan lalu. Menurut President, Smart ESS Business, Huawei Digital Power, Steve Zheng, Huawei berhasil menghadirkan solusi penyimpanan energi baterai yang mudah dipasang, memiliki efisiensi terdepan di industri, serta mendukung aplikasi grid-forming (GFM) pada level pembangkit listrik.

Steve Zheng, President of Smart ESS Business, Huawei Digital Power
Steve Zheng, President of Smart ESS Business, Huawei Digital Power

Teknologi grid-forming Huawei telah terbukti melalui berbagai implementasi di lapangan, termasuk mikrogrid berbasis 100% energi terbarukan dengan skala terbesar di dunia yang berlokasi di kawasan wisata The Red Sea, Arab Saudi. Setelah beroperasi secara stabil selama lebih dari dua tahun, proyek ini membuktikan bahwa koordinasi sumber daya energi grid-forming di berbagai lokasi dapat diterapkan pada skala gigawatt-jam.

Meski tidak banyak proyek yang memiliki skala sebesar proyek The Red Sea—fasilitas yang memiliki pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 400 MW dan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 1,3 GWh—teknologi Huawei tetap mampu membantu pelanggan meningkatkan pendapatan, throughput, serta integrasi yang lebih optimal dengan PLTS.

Menurut Zheng, berbagai keunggulan seperti round-trip efficiency (RTE) terdepan di industri, kontrol state of charge (SOC) presisi tinggi, serta optimasi cell-to-pack tercapai melalui perpaduan berbagai disiplin ilmu, mulai dari elektrokimia, teknik elektro, elektronika, termodinamika, teknologi kendali, hingga teknologi prediksi.

"Huawei mengendalikan seluruh aspek solusi secara menyeluruh sehingga mampu mencapai efisiensi sebesar 93,1% pada sisi tegangan rendah PCS dengan suhu lingkungan 25°C. Selain itu, tingkat akurasi SOC mencapai 2,5% pada kedua ujung rentang operasional dan 3% pada area plateau," ujar Zheng.

Desain terintegrasi tersebut mencakup pengelolaan termal menyeluruh dari tingkat sel hingga paket baterai, sistem pendingin cair, serta arsitektur switching berbasis silikon karbida (SiC) bertegangan tinggi. Kombinasi ini memberikan keunggulan tersendiri untuk aplikasi Long-Duration Energy Storage (LDES) jika dibandingkan berbagai produk lain yang tersedia di pasar.

"Kami tetap menggunakan arsitektur string serta menerapkan optimizer pada setiap paket baterai dan controller pada setiap rak. Pendekatan yang detail dan efektif ini mampu mengatasi inkonsistensi elektrokimia, termasuk perbedaan karakteristik yang muncul sepanjang siklus hidup baterai," jelas Zheng.

Ia menambahkan, "Solusi generasi terbaru Huawei untuk pertama kalinya meningkatkan tegangan AC hingga 1000V AC dengan memanfaatkan komponen SiC. Langkah ini turut mengurangi kehilangan energi dan meningkatkan efisiensi sistem. Teknologi pendinginan terdistribusi yang cerdas meningkatkan area pelepasan panas. Di sisi lain, kombinasi RTE, konsistensi, tingkat SOC, dan ketersediaan sistem yang tinggi mampu meningkatkan throughput lebih dari 10% dibandingkan solusi konvensional."

Meski mengusung teknologi yang kompleks, Huawei merancang proses instalasi dan logistik agar tetap sederhana. Dalam contoh proyek BESS berkapasitas 1 GWh, LUTERRA Smart String Grid-Forming ESS Platform dapat memangkas waktu pengiriman sedikitnya 30%, menurunkan biaya balance of plant (BOP) minimal 20%, serta mengurangi kebutuhan lahan sebesar satu meter persegi untuk setiap megawatt-jam kapasitas yang terpasang dibandingkan solusi konvensional.

Menurut Zheng, pencapaian tersebut didukung oleh arsitektur Through-Busbar yang telah dipatenkan Huawei. Teknologi ini mendukung proses instalasi yang lebih fleksibel, ekspansi kapasitas yang lebih mudah, serta penyesuaian C-rate untuk proses pengisian dan pelepasan energi sepanjang siklus hidup proyek.

Teknologi Grid-Forming yang Menjaga Stabilitas Sistem Kelistrikan Berbasis Inverter

Teknologi grid-forming semakin berperan penting menjaga stabilitas sistem kelistrikan di berbagai negara, terutama seiring meningkatnya pemanfaatan energi terbarukan.

Selama ini, frekuensi dan tegangan sistem listrik sebagian besar terbentuk sebagai hasil dari putaran turbin pembangkit termal. Namun, ketika pembangkit berbasis bahan bakar fosil mulai digantikan atau jumlahnya kalah dominan dibandingkan sumber Variable Renewable Energy (VRE), tantangan baru pun muncul dalam konteks menjaga stabilitas sistem.

Inverter yang memiliki kemampuan grid-forming dapat menyediakan fungsi serupa, termasuk inersia, short-circuit ratio (SCR), serta fitur black start. Karena itu, teknologi GFM dinilai sangat cocok diterapkan pada sistem BESS. Sejumlah negara seperti Inggris, Australia, dan Tiongkok juga mulai mengembangkan sumber daya berbasis grid-forming.

Di Eropa, empat operator sistem transmisi (TSO) Jerman pada awal tahun ini meluncurkan pasar layanan inersia jangka panjang yang dapat diikuti oleh aset BESS berbasis GFM. Sementara itu, ENTSO-E yang mewakili operator sistem transmisi dari 36 negara Eropa telah menyusun pedoman teknis mengenai standar grid-forming.

"Teknologi grid-forming menjadi kunci untuk menjaga stabilitas jaringan listrik yang mengintegrasikan energi terbarukan dalam porsi besar. Teknologi ini telah berkembang dari level peralatan individual menjadi sistem array hingga pembangkit listrik," ujar Zheng.

Huawei mendefinisikan enam fitur utama grid-forming, yakni inersia, short-circuit level, primary frequency regulation, power oscillation damping, black start, serta on/off-grid switching dalam mode virtual synchronous generator (VSG).

"Kami meyakini bahwa terobosan teknologi grid-forming pada level pembangkit listrik merupakan faktor yang sangat penting," lanjutnya.

Dalam sebuah instalasi BESS berkapasitas 100 MW, misalnya, terdapat ribuan perangkat elektronika daya yang harus beroperasi dalam mode GFM secara bersamaan.

"Memastikan seluruh perangkat tersebut bisa bekerja selaras untuk menjaga stabilitas jaringan listrik, melalui kolaborasi antara perangkat keras dan perangkat lunak, merupakan tantangan teknis yang tidak sederhana," kata Zheng, merujuk pada pengalaman implementasi di proyek The Red Sea.

Selain di Arab Saudi, teknologi Huawei juga telah digunakan pada berbagai proyek grid-forming berskala besar di Jerman, Bulgaria, Filipina, dan Tiongkok.

Rencana Pengembangan Produk Huawei Berfokus pada Optimasi Tingkat Array dan Sistem

Huawei mengembangkan solusi penyimpanan energi grid-forming terbesar di industri yang dioptimalkan pada level sistem untuk kebutuhan balance of plant (BOP). Menurut Zheng, strategi pengembangan produk Huawei tidak hanya berfokus pada peningkatan densitas daya dan energi pada satu kontainer BESS, namun juga pada tingkat array maupun pembangkit listrik secara keseluruhan.

"Kinerja pembangkit listrik baru benar-benar optimal jika solusi di tingkat array juga sudah dioptimalkan. Satu kontainer saja belum bisa disebut sebagai sistem penyimpanan energi yang utuh, sama halnya seperti kumpulan sel baterai yang belum tentu membentuk sebuah sistem," ujarnya.

"Karena itu, kami menjadikan setiap array sebagai unit dasar dalam perancangan dan perencanaan solusi, bukan sekadar mengejar densitas daya yang lebih besar pada satu kontainer."

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Smart String Grid-Forming ESS Platform mengusung platform tegangan tinggi 1000Vac dua tahap (dual-stage). Sistem penyimpanan energi berbasis grid-forming ini dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan operasional penting pada proyek utilitas energi terbarukan dan penyimpanan energi sektor komersial dan industri (C&I), terutama ketika sistem ketenagalistrikan menerapkan standar dukungan jaringan yang semakin ketat.

Huawei's next-generation Smart String Grid-Forming ESS Platform LUTERRA
Huawei’s next-generation Smart String Grid-Forming ESS Platform LUTERRA

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

"Dari sisi arsitektur, kami menilai, solusi dua tahap menawarkan tingkat keamanan jaringan yang lebih baik dibandingkan arsitektur satu tahap yang umum digunakan saat ini," ujar Zheng.

Ia menjelaskan bahwa pada kondisi high-voltage ride-through (HVRT), arus masuk dapat bergerak bolak-balik antara jaringan listrik dan PCS. Ketika SOC baterai berada pada tingkat rendah, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kegagalan isolasi baterai bahkan menimbulkan risiko keselamatan yang serius.

Sementara pada kondisi low-voltage ride-through (LVRT), sistem membutuhkan pasokan daya aktif yang konstan untuk membantu pemulihan jaringan listrik secara cepat. Menurut Zheng, keunggulan-keunggulan tersebut tidak tersedia pada arsitektur satu tahap.

Tim Hello Bekasi

Berita Terkait

Menuju Era Jaringan 2030: WBBA Luncurkan AI-Net, Sertifikasi Komunikasi Data Berstandar Global
Inisiatif Kerja sama Promosi Warisan Budaya Dunia Diluncurkan di Chongzuo, Tiongkok
Artis Italia LeiKiè Perkenalkan PAPgame Dalam Video Musik Terbaru Saat Not Just Music Memperluas Merek PAPmusic.
Peningkatan Strategis Merek GENMA Berbuah Hasil Positif, Raih Sejumlah Kontrak Besar dan Pengakuan Global atas Teknologi Otomasi
Valvoline™ Global, “The Original Motor Oil”, Percepat Pertumbuhan di Asia Pasifik Lewat Kemitraan dengan Horse Powertrain
NABR: Untuk Kedua Kalinya, Dinas Perikanan dan Satwa Liar A.S. Tolak Petisi Aktivis Untuk Mencantumkan Monyet Ekor Panjang Ke Dalam Undang-Undang Spesies Terancam Punah
Sekolah-Sekolah Terkemuka di Asia Tenggara Bergabung sebagai Cambridge English Educational Partners untuk Menyiapkan Talenta Masa Depan
Pakar Sejarah PKT: Gansu Berperan Penting dalam “Long March”
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:37 WIB

Menuju Era Jaringan 2030: WBBA Luncurkan AI-Net, Sertifikasi Komunikasi Data Berstandar Global

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:04 WIB

Terobosan Teknologi di Balik Smart String Grid-Forming ESS Platform Generasi Baru Huawei

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:52 WIB

Inisiatif Kerja sama Promosi Warisan Budaya Dunia Diluncurkan di Chongzuo, Tiongkok

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:55 WIB

Artis Italia LeiKiè Perkenalkan PAPgame Dalam Video Musik Terbaru Saat Not Just Music Memperluas Merek PAPmusic.

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:57 WIB

Peningkatan Strategis Merek GENMA Berbuah Hasil Positif, Raih Sejumlah Kontrak Besar dan Pengakuan Global atas Teknologi Otomasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:41 WIB

NABR: Untuk Kedua Kalinya, Dinas Perikanan dan Satwa Liar A.S. Tolak Petisi Aktivis Untuk Mencantumkan Monyet Ekor Panjang Ke Dalam Undang-Undang Spesies Terancam Punah

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:56 WIB

Sekolah-Sekolah Terkemuka di Asia Tenggara Bergabung sebagai Cambridge English Educational Partners untuk Menyiapkan Talenta Masa Depan

Rabu, 15 Juli 2026 - 04:30 WIB

Pakar Sejarah PKT: Gansu Berperan Penting dalam “Long March”

Berita Terbaru