MALAYSIA HEALTHCARE KEMBALI HADIR DI MEDAN, PASIEN INDONESIA SEMAKIN AKTIF MENCARI PENDAPAT MEDIS KE LUAR NEGERI

- Pewarta

Minggu, 26 April 2026 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, Indonesia, 26 April 2026 /PRNewswire/ — Malaysia semakin dikenal sebagai salah satu destinasi tepercaya bagi pasien Indonesia yang mencari layanan kesehatan yang cepat dan andal. Setelah terakhir kali menggelar kegiatan besar pada 2022, Malaysia Healthcare kembali hadir di Medan pada tahun ini untuk mempererat hubungan dengan masyarakat yang telah lama menjadikan rumah sakit di Malaysia rujukan medis, baik untuk pendapat medis (second opinion) maupun penanganan kasus yang lebih kompleks. Malaysia menawarkan fasilitas berstandar internasional, tenaga medis spesialis, layanan yang mengutamakan pasien, biaya pengobatan yang kompetitif, serta pendekatan layanan kesehatan yang relevan dari sisi budaya.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Arus kunjungan pasien ini secara bertahap membentuk koridor layanan kesehatan Medan–Penang yang semakin kuat, menghubungkan masyarakat Sumatera Utara dengan salah satu pusat layanan medis utama di Malaysia. Kawasan tersebut mencakup populasi lebih dari 15 juta jiwa, dan Medan menjadi pintu gerbang utama bagi pasien dari berbagai daerah—mulai dari Aceh, Padang, Pekanbaru, hingga Binjai—yang mencari pengobatan ke luar negeri. Kedekatan geografis turut menjadi faktor pertimbangan pasien. Berjarak sekitar 160 kilometer melintasi Selat Malaka, Penang dapat ditempuh dari Medan hanya dalam waktu sekitar 40–45 menit dengan pesawat terbang. Konektivitas ini turut didukung sekitar 56 penerbangan setiap pekan yang menghubungkan Medan dengan berbagai pusat layanan kesehatan di Malaysia. Berkat kemudahan akses, rumah sakit di Malaysia menjadi salah satu pilihan layanan kesehatan internasional yang paling praktis bagi masyarakat Indonesia di bagian barat. Tingginya minat pasien Indonesia juga berkontribusi besar terhadap industri pariwisata medis Malaysia, dengan porsi sekitar 65% terhadap total pendapatan dari sektor tersebut.

Melihat eratnya hubungan yang telah terjalin selama ini, Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) terus mengembangkan pasar Medan melalui Malaysia Healthcare. Dengan mengusung pendekatan Healing Meets Hospitality, serta didukung program Malaysia Year of Medical Tourism (MYMT) 2026, MHTC memperkuat kolaborasi regional di sektor kesehatan, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis tepercaya di Asia Tenggara.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, "Malaysia Healthcare" menghadirkan delegasi rumah sakit terkemuka di ajang MHX Medan 2026. Sejumlah institusi yang berpartisipasi antara lain Island Hospital Penang—pemenang penghargaan "Flagship Medical Tourism Hospital Malaysia"—serta Institut Jantung Negara (IJN), Mahkota Medical Centre, dan Subang Jaya Medical Centre yang juga telah meraih berbagai penghargaan serupa, bersama Alpha IVF & Women’s Specialists, GenPrime Everlink Fertility Centre, Gleneagles Hospital Kuala Lumpur, Gleneagles Hospital Penang, Hospital Picaso, Damansara Specialist Hospital 2, Johor Specialist Hospital, MSU Medical Centre, Northern Heart Hospital Penang, Optimax Eye Specialist Centre, Penang Adventist Hospital, Prince Court Medical Centre, Sunway Medical Centre Sunway City Kuala Lumpur, Sunway Medical Centre Penang, serta Thomson Hospital Kota Damansara. Pengunjung dapat bertemu langsung dengan dokter spesialis, mempelajari berbagai pilihan perawatan medis, serta memperoleh pendapat medis tepercaya untuk berbagai bidang yang banyak diminati pasien Indonesia, seperti kardiologi, onkologi, ortopedi, fertilitas, hingga pemeriksaan kesehatan.

MHX Medan 2026 menargetkan capaian yang lebih tinggi dibandingkan penyelenggaraan kegiatan pada 2022 yang menghasilkan 1.514 permintaan layanan kesehatan. Tahun ini, targetnya meningkat menjadi sedikitnya 1.665 prospek pasien dari Medan. Ajang ini akan menarik minat keluarga yang mencari kepastian atas diagnosis medis kompleks, pasien yang mempertimbangkan pengobatan ke luar negeri dengan jarak tempuh singkat, serta pelaku industri kesehatan yang ingin memperkuat kolaborasi antara Malaysia dan Indonesia.

SELESAI

Narahubung media:

Mohamad Shahizam Fauzi 
Head, Communications
+603 8776 6168 
shahizam.f@mhtc.org.my

Muhammad Rasydan Ma’at
Asst. Manager, Communications
+603 8776 6168 
rasydan.m@mhtc.org.my

Tentang Malaysia Healthcare Travel Council

Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), berdiri pada 2009, serta bernaung pada Kementerian Kesehatan (MOH) Malaysia, mengembangkan merek "Malaysia Healthcare". MHTC mengoptimalkan, mendorong, dan mempromosikan industri pariwisata medis lewat kolaborasi industri, serta kerja sama publik-swasta, baik di dalam dan luar negeri. Didukung 80 rumah sakit sebagai anggotanya di seluruh Malaysia, MHTC terus memperkuat ekosistem pariwisata medis melalui strategi branding, pengalaman pasien yang terintegrasi, serta inisiatif pasar yang terarah. Sejalan dengan upaya tersebut, MHTC menggelar Malaysia Year of Medical Tourism (MYMT) 2026 sebagai momentum pertama di Malaysia untuk memperkuat sekaligus mempercepat promosi sektor wisata medis dalam negeri. Selain mempromosikan keunggulan layanan kesehatan Malaysia di pasar global, MYMT 2026 memperkuat status Malaysia sebagai salah satu destinasi utama layanan kesehatan dunia. Inisiatif tersebut juga menyoroti kontribusi sektor layanan kesehatan terhadap perekonomian nasional Malaysia.

Informasi selengkapnya: https://www.malaysiahealthcare.org

Tim Hello Bekasi

Berita Terkait

Pylontech Luncurkan PyOcean, Sistem Penyimpanan Energi 6,4 MWh dengan Sel 601Ah yang Dikembangkan secara Independen
Sanya Kembali Jadi Tuan Rumah Formula E, Buka Seri Asia Musim 2027 dan Perkuat Posisi sebagai Pusat Ajang Global
CDO ZTE Cui Li Jadi Pembicara di MWC Shanghai 2026: Menggali Nilai dan Menyikapi Ketidakpastian di Era AI
Jaringan AI-Optik Jadi Penggerak Pertumbuhan Baru di Era AI
Coda dan EKRAF Buka Akses Pengembang Gim Tanah Air
Dahua Technology Pamerkan “Visible AI in New Energy” di Intersolar Europe 2026
CGTN: “China Opportunity 2.0” Buka Peluang Pertumbuhan Baru bagi Dunia Usaha Global
Presiden Baru CIMA: Masa Depan Keuangan dan Akuntansi Akan Dibangun Di Atas Dasar Kepercayaan, Inovasi, dan Peluang
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:26 WIB

Pylontech Luncurkan PyOcean, Sistem Penyimpanan Energi 6,4 MWh dengan Sel 601Ah yang Dikembangkan secara Independen

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:19 WIB

Sanya Kembali Jadi Tuan Rumah Formula E, Buka Seri Asia Musim 2027 dan Perkuat Posisi sebagai Pusat Ajang Global

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:20 WIB

CDO ZTE Cui Li Jadi Pembicara di MWC Shanghai 2026: Menggali Nilai dan Menyikapi Ketidakpastian di Era AI

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:44 WIB

Jaringan AI-Optik Jadi Penggerak Pertumbuhan Baru di Era AI

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:31 WIB

Coda dan EKRAF Buka Akses Pengembang Gim Tanah Air

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:53 WIB

CGTN: “China Opportunity 2.0” Buka Peluang Pertumbuhan Baru bagi Dunia Usaha Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:43 WIB

Presiden Baru CIMA: Masa Depan Keuangan dan Akuntansi Akan Dibangun Di Atas Dasar Kepercayaan, Inovasi, dan Peluang

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:59 WIB

Huawei Dukung Operator Telekomunikasi Global Maksimalkan Monetisasi Token melalui Integrasi Layanan, Jaringan, dan Komputasi

Berita Terbaru

Pers Rilis

Jaringan AI-Optik Jadi Penggerak Pertumbuhan Baru di Era AI

Jumat, 26 Jun 2026 - 07:44 WIB

Pers Rilis

Coda dan EKRAF Buka Akses Pengembang Gim Tanah Air

Jumat, 26 Jun 2026 - 06:31 WIB